Impor Laptop Diperketat

JAKARTA - RiauPortal.com - Setelah memperketat importasi telepon seluler (ponsel) dan komputer genggam (handheld), Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga memasukkan notebook atau laptop sebagai komoditas yang bakal diperketat importasinya.
     
"Peraturan impor ponsel dan handheld harus dirombak. Karena kita tambah notebook," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh, Jumat (2/11/2012).

Selama ini jenis elektronik seperti notebook juga banyak ditemukan sebagai barang ilegal di Indonesia. Lantaran itu, pihaknya juga makin memperketat notebook yang diimpor melalui prosedur standardisasi. "Kita jangan sampai terima sampah, produk-produk yang tidak sesuai dengan standar masuk dan membahayakan kita," tuturnya.

Beberapa pengetatan standar itu antara lain importer harus merupakan importer terdaftar. Selain itu, produk yang akan dimasukkan ke Indonesia harus mendaftarkan IMEI (international Mobile Equipment Identity) ke Kementerian Informatika, serta pendaftaran tipe dan jumlah ke Kementerian Perindustrian. "Semua aspek diberikan pengamanan. Jika, misalnya, IMEI nya tidak terdaftar, maka produk boleh disita," terangnya."

Jika kebijakan ini telah dirilis dalam bentuk Permendag, bisa langsung diimplementasikan. "Notifikasi ke WTO (world trade organization) bisa dilakukan setelah terbit. Karena ini peraturan teknis," paparnya.

Vice President PT Samsung Elektronic Indonesia Lee Kang Hyun menyatakan dukungannya terhadap pemberlakuan kebijakan tersebut. "Kami akan mendukung peraturan ini. Samsung sendiri dalam beberapa waktu ke depan akan segera melakukan investasi di Indonesia," ungkapnya saat public hearing tata niaga impor beberapa waktu yang lalu."

Jalur masuk importasi telepon seluler dan komputer genggam rencananya akan dibatasi hanya di pelauhan laut Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, dan Soekarno Hatta Makassar. Sedangkan pelabuhan udara yang diperbolehkan adalah Polonia Medan, Soekarno Hatta Tangerang, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, dan Hassanudin Makassar.(rpo)

2:59 PM | Posted in , | Read More »

Impor Migas Riau Naik, Ekspor Turun

PEKANBARU - RiauPortal.com - Meski terkenal sebagai daerah penghasil migas, impor migas Januari-Juli 2012 justru mengalami kenaikan. Peningkatan terjadi sebesar 39,19 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, khusus Juli, nilai impor mencapai US$ 43,94 juta atau turun 11,35 persen dibanding impor bulan Juni 2012 yang besarnya US$ 49,57 juta

Secara umum, nilai ekspor Riau Januari-Juli 2012 mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Bila tahun lalu nilainya mencapai US$ 11.245,01 juta, tahun ini justru turun 0.44 persen menjadi US$ 11.195,54 juta.

"Untuk nilai ekspor kumulatif, Riau mengalami penurunan 0.44 persen," kata Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad.

Meski begitu, nilai ekspor bulanan justru memperlihatkan nilai positif.  Juli ini  nilai ekspor mencapai US$ 1.854,74 juta atau mengalami peningkatan sebesar 36,48 persen dibanding ekspor bulan Juni 2012 yang mencapai US$ 1.358,98 juta.

Meskipun mengalami penurunan kumulatif, kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan Januari-Juli 2012 mencapai 9,90 persen. Angka ini lebih kecil dari kontribusi Juli sebesar 11,48 persen.

Diungkapkan, penurunan nilai ekspor ini dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas  Januari-Juli 2012 yang mencapai  US$ 3.862,61 juta atau mengalami penurunan sebesar 3,13 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. ekspor migas Juli juga turun 4.49 persen dibanding ekspor migas bulan Juni 2012.(rpo)

6:21 PM | Posted in , | Read More »

PT Byru Garap Pasar Timur Tengah

DUMAI  – DumaiPortal.com - PT Byru Sinar Atlantic lakukan terobosan dalam upaya memperluas pasar palm oil. Dengan menggandeng PT Tanjung, PT Byru akan pasarkan palm oil daerah ini melalui pasar Bursa Malaysia Berhad dengan market utama negara-negara Timur Tengah.

Jum’at (8/6) akhir pekan lalu, sejumlah pimpinan manajemen Bursa Malaysia Berhad bersama dengan manajemen PT Tanjung lakukan kunjungan ke Dumai. Mereka adalah Jamaluddin, CEO Bursa Malaysia, Rizwan dan Norfadelizan Abdul Rahman, Acting Global Head Islamic Markets. Selain itu, Maamor, pimpinan PT Tanjung bersama tiga orang staf. Ikut mendampingi Dato’ M Nazri, salah seorang investor.

Sebelum melakukan pertemuan yang manajemen PT Byru, mereka berjumpa dengan Wakil Wali Kota Dumai, H Agus Widayat. Pada kesempatan itu, wawako menyambut baik inisiatif yang dilakukan PT Byru yang akan memasarkan produksi palm oil daerah ini melalui pasar bursa yang khusus membidik konsumen Islamic markets.

“Kita sangat mendukung terobosan bisnis yang dilakukan PT Byru. Diharapkan bisa memerluas pasar hasil produksi sawit para petani kita,” ujarnya.

Pemko Dumai, tambah Agus, mendukung keberadaan investor akan berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan guna mendukung aktifitas bisnis. Salah satunya, adalah dengan memperbaiki jalan dan sarana transportasi lainnya.

“Kendala yang terjadi berkaitan dengan sulitnya jalan ke daerah ini diharapkan akan terselesaikan tahun 2015 mendatang. Sebab pada tahun itu direncanakan jalan tol Dumai-Pekanbaru sudah bisa dipergunakan,” jelasnya didampingi anggota DPRD Dumai, Timo Kipda.

M Nazri menyebutkan pihaknya sengaja mencari peluang pasar baru guna memasarkan komoditi sawit yang makin luas marketnya di pasaran dunia yang dibarengi dengan makin banyaknya produksi yang dihasilkan.

“Guna menjaga harga tetap stabil di tingkat dunia, kita perlu mencari terobosan-terobosan baru. Salah satunya adalah dengan menggarap pasar Timur Tengah melalui pasar bursa,” jelasnya, Sabtu (9/6).

Terobosan ini direspon PT Byru dengan menyiapkan komoditi sawit dan olahannya, terutama yang berada di Riau dan sekitarnya. “Kita siap menyediakan produk palm oil untuk dipasarkan melalui Bursa Saham Malaysia yang fokus dengan market Timur Tengah dengan system jual beli sesuai syariat Islam,” jelas Dicki Rinaldy, Direktur Utama PT Byru Sinar Atlantic.(rpo)

5:21 PM | Posted in , | Read More »

Rokok Nipah Inhil Diekspor ke Thailand

TEMBILAHAN - RiauPortal.com - Indragiri Hilir memiliki sumber daya alam berupa lahan pohon nipah (Nypa pruticans) seluas 17.435 hektar yang sangat potensi dikembangkan menjadi bernilai ekonomis. Bahkan, rokok daun nipah asal Inhil telah dikirim ke Thailand.

Seorang penampung rokok daun nipah asal Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Said Abdul Muis yang telah melakoni usaha pengiriman rokok daun nipah (rokok pucuk) ke Thailand sejak 8 tahun lalu.

"Memang selama ini rokok daun nipah dikirim ke Thailand oleh penampung bernama Said Abdul Muis. Ini kan membuktikan kalau tanaman nipah memiliki nilai ekonomis cukup tinggi,” ungkap Harmasnan, tokoh pemuda Desa Pulau Cawan, Kamis (24/5/12).

Lanjutnya, perbulannya Jang Muis mampu mengirimkan sebanyak 15 ton rokok daun nipah ke Thailand. Infonya, rokok daun nipah ini dapat digunakan sebagai obat.

Rokok daun nipah ini diperolehnya dari warga Desa Tanjung Melayu, Desa Tanjung Lajau, Desa Kuala Gaung, Desa Concong Dalam, Desa Bantayan dan desa-desa di pesisir Inhil lain.

Pucuk daun nipah kering yang telah dibuang kulit arinya dijual warga setempat kepada penampung dengan harga Rp3.500 per kilogram dengan ukuran panjang sekitar 1,2 meter. Kemudian penampung mengemasnya kedalam kantong yang tahan air dan kedap udara, sehingga tidak rusak saat sampai ke Thailand.

Teknik pengolahannya, sebut Harmasnan, yakni pucuk nipah yang baru ditebang kemudian direndam di air, lantas diangkat dan dikupas lembaran daunnya yang akan diolah menjadi daun rokok pucuk.

"Helaian daun yang telah dikupas kemudian dibuang kulit ari yang tipis, dijemur kering, kalau cuaca panas hanya satu hari sampai daunnya menggulung. Lalu di potong dengan panjang sekitar 1,2 meter sebelum diantar ke penampung," imbuhnya.

Ia mengatakan, kalau rokok daun nipah ini dikelola dengan baik dan dilakukan pembinaan oleh pemerintah daerah, maka tidak tertutup kemungkinan akan menjadi peluang peningkatan perekonomian masyarakat pesisir Inhil, selain hanya sebagai nelayan tradisional.

Diketahui, selama ini pucuk daun nipah hanya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan atap rumah. Padahal, banyak bagian nipah, yakni buahnya yang mirip kolang-kaling dapat dijadikan manisan, air dari mayangnya dapat dijadikan gula nipah dan produk turunan lainnya.(rtc/rpo)

4:13 AM | Posted in | Read More »

Indonesia Eksportir Batubara Terbesar Kedua

JAKARTA - RiauPortal.com - Indonesia menjadi eksportir batubara terbesar kedua di dunia, setelah Australia. Batubara dibutuhkan untuk pembangkit listrik dan sumber bahan bakar industri.

Dewan Energi Nasional mengolah data dari International Energy Agency (IEA) yang menyatakan, Indonesia pada tahun 2009 mengekspor batubara sebesar 261,4 juta ton, sementara Australia mengekspor batubara 288,5 juta ton pada tahun itu. Pada 2010, ekspor batubara Indonesia diperkirakan mencapai 275 juta ton.

Selain Australia dan Indonesia terdapat sejumlah negara lain yang juga menempati posisi dalam Top 8 Eksportir Batubara Terbesar di Dunia, yaitu Rusia (130,9 juta ton), Kolombia (75,7 juta ton), Afrika Selatan (73,8 juta ton), Amerika Serikat (60,4 juta ton), China (38,4 juta ton), dan Kanada (31,9 juta ton).

Sedangkan menurut World Energy Council dalam Survey of Energy Resources-2010 pada akhir tahun lalu, cadangan batubara terbukti dunia terbesar terdapat di Amerika Serikat, Rusia, China, Australia, dan India.

Amerika Serikat menempati tempat teratas dengan total cadangan batubara 237,29 juta ton (22,6% cadangan dunia), Rusia menempati tempat kedua dengan 157,01 juta ton (14,4% cadangan dunia), disusul China dengan cadangan sebesar 114,50 juta ton (12,6% cadangan dunia), kemudian Australia dengan cadangan terbukti 76,50 juta ton (8,9% cadangan dunia), dan posisi ke-5 diisi oleh India dengan 60,6 juta ton (7% cadangan dunia).

Sementara Indonesia hanya menempati urutan ke-14 dengan jumlah total cadangan terbukti 5,529 juta ton (0,6% dari total cadangan batubara dunia). Berdasarkan data Statistical Review of World Energy di tahun 2009, China merupakan negara produsen batubara terbesar dengan 3,05 miliar ton (45,6% produksi dunia), sedangkan Indonesia menempati posisi ke-7 dengan jumlah produksi 252,5 juta ton (3,6% produksi dunia).

Peran batubara sebagai sumber energi terus mengalami peningkatan dari 41 juta ton di 2005 menjadi 67 juta ton di 2010. Dalam struktur energi nasional, porsi batubara di 2005 sebesar 19% dan naik menjadi 23% di 2010. Pada 2025, porsi itu ditargetkan terus meningkat mencapai 33%.

Namun, cadangan batubara Indonesia diperkirakan habis dalam 80 tahun ke depan. Jumlah cadangan sebesar 21,13 miliar ton dan tingkat produksi sebesar 275 juta ton per tahun untuk tambang terbuka.

Di sektor listrik, penggunaan batubara membuat biaya produksi listrik jauh lebih murah. Darwin mengatakan, biaya pokok produksi (BPP) listrik dari batubara sekitar Rp 700/Kwh dan untuk listrik dari bahan bakar minyak lebih besar dari Rp 2.000/Kwh.(rpo)

8:15 AM | Posted in | Read More »

Diberi Kemudahan untuk Impor

JAKARTA - RiauPortal.com - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, meminta pengimpor umum tidak perlu khawatir dengan ketentuan Angka Pengenal Importir (API) yang disahkan 1 Mei lalu. "Importir umum dibolehkan mengimpor lebih dari satu section, tapi ada syaratnya," kata Deddy di Jakarta, Rabu, 23 Mei 2012.

Syarat tersebut adalah pengimpor boleh mengimpor lebih dari satu section atau jenis barang dan turunannya jika bisa menunjukkan bukti hubungan istimewa dengan eksportir. "Hubungan istimewa itu maksudnya jika para pelaku usaha bisa saling mempengaruhi dalam aspek keuangan dan operasional," ujar Deddy seperti dikutip tempo.co.

Namun pernyataan itu masih dalam kajian Kementerian dalam menanggapi protes importir umum. Peraturan bernomor 27/M-DAG/PER/5/2012 tersebut akan diberlakukan akhir 2012. Selama itu pemerintah masih akan menampung keberatan dan solusi dari pengusaha agar kebijakan tidak mematikan usaha importir.

Peraturan Angka Pengenal Impor adalah peraturan yang membatasi impor baik oleh importir umum (APIU) maupun importir produsen (APIP). Pada APIU, satu perusahaan hanya diperbolehkan mengimpor satu jenis barang yang ada dalam satu bagian dari daftar klarifikasi barang. Klarifikasi barang misalnya kategori plastik dan turunannya, atau karet dan turunannya.

Sedangkan APIP, kepada pemegang APIP masih diperbolehkan mengimpor barang modal, bahan baku, dan bahan penolong yang terkait dengan proses produksi. Tapi hanya untuk dua kepentingan, yaitu tes pasar dan untuk kepentingan pelengkap yang dibatasi oleh ketentuan jumlah dan waktu.

Jumlah dan waktu yang disarankan disesuaikan dengan rekomendasi kementerian terkait. Misalnya untuk industri makanan, rekomendasi akan dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Untuk barang komplementari, jika bisnisnya besar dan terus mengimpor dalam waktu lama, perusahaan itu harus memproduksi sendiri.(*/rpo)

2:39 AM | Posted in , | Read More »

1.200 Mobil Impor Masuk ke Batam

BATAM - RiauPortal.com - Selama tiga tahun sejak 2009 sampai April 2012, keran impor dibuka lagi di Batam, sebanyak 1.200 unit mobil sudah masuk.

Mereka masuk melalui tujuh importir di Batam. Namun, jumlah mobil yang masuk lewat Singapura itu, sesuai dengan jumlah yang diajukan ke BP Batam.

Demikian disampaikan Ilham Eka Hartawan, Kepala Subdit Humas dan Publikasi BP Batam, Selasa (22/5).

Namun diakui, berapa banyak mobil yang terealisasi masuk di Batam. "Itu sesuai permintaan importir mobil yang terdaftar di BP Batam," katanya seperti dikutip riaupos.co.

Walau tidak mengetahui secara pasti jumlah kendaraan masuk, dia memperkirakan jumlahnya mendekati angka yang diajukan. "Realisasinya kami belum tahu karena belum ada laporan tertulis dari importir," katanya.

Di sisi lain, diakui BP Batam belum menentukan kuota impor mobil di Batam. Demikian dengan Pemko Batam. Dia beralasan, pembatasan kuota itu masih dibahas saat ini. "Kita menunggu kajian dari Dishub. Kajian dilakukan untuk mengetahui keperluan dilihat dengan ketersediaan jalan," imbuhnya.

Menurut Ilham, pembatasan mobil impor ke Batam, sudah diatur pada Perpu Nomor 10/2012. Dimana diatur penerapan pembatasan impor mobil untuk kawasan perdagangan FTZ. "Tapi masih menunggu kajian sebelum diterapkan pembatasan," jelas dia.

Atas dasar itu, sementara ini, pembatasan impor mobil akan berlaku kemudian. Sementara ini, importir mobil bebas memasukkan mobil ke Batam, sesuai dengan permintaan importir.(rpo)

2:04 AM | Posted in | Read More »