Bermula dari Jadi Pembantu di Hongkong
Ani Ema Susanti tumbuh dan besar di Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Jombang. Di desa tersebut hampir sebagian besar warganya berprofesi TKW.
Karena itu, sejak kecil Ani akrab dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan TKW. Dia sudah terbiasa menyaksikan penderitaan keluarga para TKW maupun kisah TKW yang sukses di desanya.
Ani berasal dari keluarga pas-pasan. Orangtuanya hanya lulusan SD. Meski begitu, dia tidak mau menyerah dengan keadaan. Dia bahkan mewanti-wanti diri agar tidak ikut-ikutan menjadi buruh migran seperti para tetangganya.
Menurut perempuan berjilbab tersebut, kehidupan sebagian keluarga para TKW memang terkesan makmur. Sebab, begitu pulang ke tanah air, mereka membeli sawah, membangun rumah, dan memborong perabotan rumah tangga.
‘’Mereka juga beli motor,’’ ujar Ani saat ditemui di Cilandak Town Square, Rabu (30/5).
Tetapi, di balik ‘’kemakmuran’’ tersebut, Ani menyaksikan sederet kenyataan pahit dari kehidupan para buruh migran yang mengais penghidupan di negeri orang tersebut. Banyak keluarga TKW yang tidak terurus, bahkan kacau-balau, setelah ditinggal bekerja di luar negeri bertahun-tahun.
‘’Banyak juga yang pulang dari luar negeri malah cerai. Ada juga yang keluarganya telantar. Belum lagi yang dapat siksaan fisik dari majikan dan pulang dengan kondisi cacat atau sakit parah,’’ urainya.
Ketika Ani duduk di bangku SD, guru-gurunya rajin mengingatkan agar tidak mengikuti jejak warga yang menjadi TKW. Hingga SMA, nasihat gurunya tersebut terus terngiang dalam ingatan. Apalagi, Ani bersekolah di SMA favorit di Jombang. Meski keluarganya miskin, ia ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.
Perempuan kelahiran 6 Agustus 1983 itu ingin meraih gelar sarjana dan menjadi guru seperti adik ibunya. Ia melihat kehidupan pamannya jauh lebih layak bila dibandingkan dengan orangtuanya yang hanya buruh tani.
‘’Kalau ibu kerja dari pagi sampai siang hanya dapat Rp2.000. Waktu puasa ibu sampai nyuruh saya ikut jualan beras agar bisa membeli ikan asin untuk buka,’’ jelasnya.
Kendati demikian, keinginan Ani untuk meneruskan kuliah didukung penuh orangtuanya. Mereka berjanji akan berusaha membiayai kuliah Ani. Namun, usaha dan kerja keras Ani, tampaknya, belum membuahkan hasil. Ia gagal menembus ujian masuk perguruan tinggi negeri. Anak pertama di antara dua bersaudara itu juga tidak lolos seleksi masuk di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).
Karena tidak mungkin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS), Ani akhirnya memutuskan untuk bekerja. Ia berharap bisa mengumpulkan uang untuk kuliah.
Namun, Ani hanya mampu mendapatkan pekerjaan dengan gaji tidak seberapa. Ia pernah bekerja di pabrik snack bagian pengemasan. Baru beberapa bulan bekerja, ia keluar karena pabriknya didemo. Hal tersebut kembali berulang saat ia bekerja di pabrik kayu.
Ani lalu pindah ke UKM (usaha kecil menengah). Namun, karena penghasilannya yang minim, Ani tidak bisa menabung maupun membantu orangtua. Ia kemudian mencoba untuk menjadi sales kosmetik keliling dari rumah ke rumah.
‘’Tapi, ibu dan bapak nggak tega saya bekerja seperti itu. Saya disuruh berhenti,’’ jelasnya.
Pada saat yang sama, orangtua Ani menghadapi masalah ekonomi. Mereka terlilit utang di bank. Tidak ada pilihan, Ani akhirnya mengikut jejak para tetangganya, menjadi TKW.
Meski berat hati, dia tidak mau sembarangan dalam menjalankan profesi itu. Sebelum berangkat, Ani meneliti negara-negara tujuan TKW yang mengutamakan jaminan keamanan dan kesehatan.
Hasilnya, dia memilih Hongkong sebagai tempat bekerja. Dari bekerja sebagai TKW itu, Ani berharap dapat menabung untuk biaya kuliah sekaligus membantu orangtua di desa.
Petualangan Ani sebagai TKW pun dimulai. Dia mendaftar di sebuah PJTKI (pengerah jasa tenaga kerja Indonesia) di Bekasi.
Selama enam bulan dia tinggal di penampungan TKI untuk dididik dan diberi bekal keterampilan. Awalnya Ani mengaku cukup tersiksa dengan kondisi di penampungan yang penuh larangan dan serba terbatas.
Misalnya, untuk mandi, dia harus rela antre lama sebelum mendapat giliran. Sebab, di penampungan yang dihuni 300 calon TKW itu hanya ada delapan kamar mandi.
Selesai menjalani pelatihan selama enam bulan, 30 Juli 2001 Ani terbang ke Hongkong. Dia tinggal di vila milik keluarga Mr Leung Yeuk Chung di kawasan New Territories.
Di sana dia tinggal bersama TKW lain yang sudah lama hidup di keluarga tersebut.
Dia diajari mengerjakan tugas-tugas rumah tangga serta diberi tahu segala hal terkait dengan makanan kesukaan hingga hal-hal yang tidak disukai sang majikan. Ani kadang juga diperbantukan di rumah orang tua majikannya di kawasan Kowloon.
Awalnya dia sulit berkomunikasi dengan majikan karena bahasa yang digunakan Cantonese. Namun, lama-kelamaan dia mulai terbiasa. Bahkan, Ani merasa beruntung karena bisa bekerja pada keluarga tersebut.
Mereka memberikan hak libur sehari dalam sepekan. Ani juga leluasa menjalankan ibadah salat lima waktu. “Saya juga diperbolehkan mengakses internet paling tidak sejam setiap hari,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dari keluarga tersebut, Ani belajar banyak tentang pentingnya pendidikan. Kebetulan Mr Leung Yeuk Chung dan istrinya bekerja di Chinese University. Anak pertama mereka kuliah di Inggris. Mereka sangat mengutamakan pendidikan akademik dan pembentukan karakter.
“Dari mereka saya belajar betapa pentingnya pendidikan. Mereka juga selalu membiasakan sarapan dan makan malam bersama-sama satu meja,” kenang Ani.
Berdasar pelajaran itu, Ani pun bertekad tidak akan menjadi TKW selamanya. Dia ingin kuliah. Apalagi, tabungannya sudah cukup untuk biaya kuliah dan membantu keluarga di desa.
Selama menjadi TKW Hongkong, Ani sering mengisi hari libur dengan pergi ke perpustakaan. Dia juga kerap mengunjungi Kowloon Mosque untuk bertemu umat muslim dari beberapa negara seperti Pakistan, Jerman, hingga Inggris. Di sela-sela kegiatan itu, Ani selalu menyempatkan untuk menulis catatan harian.
Tepat dua tahun kontraknya habis, Ani memutuskan untuk pulang ke tanah air. Istri Ibnu Nahrozi tersebut tidak membuang waktu lama-lama guna mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan tinggi.
Sepulang ke tanah air, dia langsung mendaftarkan diri masuk Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dia memilih jurusan psikologi karena ingin mewujudkan keinginan menjadi penulis novel.
“Menurut saya, menulis novel bisa lebih hidup jika kita memahami karakter orang. Untuk itu, perlu ilmu psikologi,” kata dia.
Sejak saat itu Ani kerap mengirimkan tulisannya ke berbagai perlombaan menulis fiksi dan penerbit. Dia juga membukukan pengalamannya menjadi TKW di Hongkong dalam bukunya yang berjudul Once Upon Time in Hongkong.
Namun, Ani kurang beruntung dalam hal itu. Tidak ada satu pun karyanya yang mampu menembus redaksi penerbit maupun memenangi lomba.
Tapi, dia tidak patah semangat. Dia terus berkreasi. Pada semester tujuh, Ani secara tidak sengaja melihat iklan kompetisi film dokumenter amatir Eagle Awards yang diadakan Metro TV.
Ani kembali mencoba peruntungan di dunia tulis-menulis dengan membuat proposal film. Semula Ani malu dengan statusnya yang mantan TKW. Namun, profesi itulah yang justru menginspirasi keikutsertaannya dalam ajang kompetisi film dokumenter tersebut.
‘’Sebelum itu saya benar-benar berusaha menutup rapat-rapat latar belakang saya yang mantan TKW di Hongkong. Tapi, dari ajang Eagle Awards itu saya malah terpikir untuk mengambil kehidupan TKW sebagai subjek film,’’ ujarnya.
Dalam film tersebut, Ani memilih berada di balik layar. Dia mendokumentasikan kehidupan rekannya sesama TKW di Hongkong. Tidak disangka, proposal film Ani terpilih.
Dia dan Yunni, rekannya, lalu diundang ke Jakarta untuk memfilmkan naskah tersebut. Film yang diberi judul Helper Hongkong Ngampus itu akhirnya berhasil masuk lima besar Eagle Awards 2007.
Selain di Metro TV, film karya perdana Ani bersama temannya tersebut diputar di berbagai event yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan. Nama Ani Ema Susanti makin dikenal luas.
Itu berdampak pada novel Once Upon Time In Hongkong yang awalnya selalu ditolak penerbit. Akhirnya ada yang tertarik menerbitkan. “Mungkin mereka mikirnya lebih mudah promosinya kalau orangnya sudah dikenal,” ujarnya.
Setahun kemudian Ani berhasil menyelesaikan kuliah. Namun, dia tidak mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Dia justru ketagihan untuk membuat film lagi.
Tidak disangka, dia diundang ke Jakarta guna mengikuti workshop film yang dikelola Ford Foundation. Di bawah bimbingan sineas tenar Nia Dinata, Ani membuat film berjudul Mengusahakan Cinta yang kembali bercerita tentang TKW di Hongkong.
Kali ini Ani harus kembali ke Hongkong, namun bukan sebagai TKW, melainkan sineas. Film pendek yang disatukan dalam film Pertaruhan tersebut juga kembali meraih penghargaan.
Tidak tanggung-tanggung, film itu terpilih dalam Festival Film Berlinale di Jerman. Film tersebut juga meraih Best Feature Documenter pada The 2009 Documentary Film Festival.(*)
sumber:riaupos.co
5:40 PM | Posted in Berita, Figur | Read More »
Ba'asyir Akhirnya Keluar dari Sel Tahanan
Namun, ini kali pertama ustadz itu keluar sel tahanan untuk kepentingan selain pemeriksaan oleh penyidik. Pasalnya, Ba'asyir baru diperbolehkan keluar sel jika dirinya diperiksa. Untuk salat pun, selama ini Ba'asyir tak diperbolehkan keluar. "Beliau diisolasi," ujar pengawalnya, Hasyim Abdullah, yang diamini oleh penasihat hukumnya dari Tim Pembela Muslim (TPM).
Lalu kenapa Ba'asyir diperbolehkan keluar dari sel tahanannya itu? Ternyata Ba'asyir diizinkan buka puasa bersama dengan keluarga besarnya dan beberapa kerabat yang datang menjenguk sejak sore tadi. "Acaranya di dapur. Di luar sel," kata Hasyim Abdullah.
Di dapur, Ba'asyir, keluarga besar, dan kerabat difasilitasi sebuah meja panjang berukuran persegi panjang. Istrinya duduk disebelah kakek berusia 72 tahun itu, dan mereka dikelilingi oleh anggota keluarga dan kerabat yang lain.
Dapur sendiri terletak cukup jauh dari ruang sel tahanan Ba'asyir yang ada di sudut ruang tahanan Bareskrim Polri. Ba'asyir dan rombongan harus melewati lorong yang menjadi pemisah dua blok ruang tahanan, yaitu blok A dan blok B.
Tak ada yang spesial dalam acara itu kecuali itulah untuk kali pertama keluarga besar itu, minus Abdur Rasyid (anak kedua Ba'asyir) berkumpul mengadakan buka puasa bersama. Keluarga itu hanya berbicang-bincang santai dan dipenuhi tawa menunggu jadwal buka puasa datang. Hanya ada nasi kotak yang tersedia bagi keluarga besar itu. Ba'asyir tentunya saja menyantap hidangan yang berbeda dari keluarga besar dan kerabatnya itu.
"Beliau masih makan roti. Jadi beliau tadi masih sama, dibawakan roti, labusiam, dan wortel yang telah dikukus. Dicampur trus dimakan begitu saja," tutur Hasyim. Kondisi lambungnya yang belum pulih total membuat Ba'asyir tak dapat menyantap sembarang makanan. Sebagai penutup, Ba'asyir dan keluarga besar serta kerabatnya menyantap buah kurma.
Hari ini, Ba'asyir sebenarnya merayakan ulang tahun. "Tapi Syariat Islam tidak mengenal itu," kata Hasyim. Karenanya tak ada kue ulang tahun sejenis tart atau blackforest disertai lilin penghias kue untuk Ba'asyir. Tak ada juga acara menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" atau penyampaian "make a wish" sore itu. "Yang ada cuma doa bersama menjelang buka," pungkasnya.
Sumber: KOMPAS, Tribunnews, Go Two On
7:04 PM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Ramadhan 65 tahun silam, Proklamasi di bacakan
Teks proklamasi itu dirumuskan di rumah Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang. Maeda mengizinkan rumahnya dipakai sebagai tempat pertemuan para tokoh nasional untuk merumuskan naskah proklamasi.
Rencananya, naskah proklamasi itu akan dibacakan keesokan harinya, 17 Agustus 1945. Lokasi rumah Maeda sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat. Penyusunan naskah itu juga bertepatan dengan bulan puasa.
Dalam ‘Butir-Butir Padi’ BM Diah, Pusataka Merdeka, 1992, tepatnya di halaman 57 tertulis:
“Kalau boleh saya katakan udara fajar di luar rumah kediaman Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang itu sangat cerah. Langit merona agak keputihan. Udara terang karena langit ditabur bintang.
Dan orang yang berpuasa masih boleh makan sahur. Bung Hatta yang berada di tempat naskah proklamasi dibuat telah memesan makanan untuk sahur. Hari itu kaum Muslimin sedang berada dalam waktu puasa yang telah berjalan beberapa hari.
Sumber: Viva, Go Two On
7:45 AM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Dua Orang Warga Tuban Ditangkap Densus 88
Hanya saja, dia belum bisa memastikan tertangkapnya dua warga Tuban itu terkait jaringan terorisme atau bukan.
"Kami sendiri juga masih mencari tahu kebenaran kabar itu," katanya.
Keluarga kedua korban penangkapan di Tuban mengkhawatirkan tertangkapnya keduanya, karena dikaitkan dengan jaringan terorisme.
Munasir, ayah kandung Nukul mengatakan anaknya itu berangkat ke Jakarta setahun lalu dengan Wasit.
Ia hanya mendapatkan kabar keduanya bekerja di sebuah hotel dan terakhir mereka kontak lewat telepon pada awal Ramadhan 1431 Hijriah.
"Mereka mengabarkan kondisinya sehat-sehat saja," kata Munasir, dibenarkan Ikhwan, kakak kandung Wasit.
Menurut Munasir dan Ikhwan, sejauh ini keluarga di Tuban kesulitan menghubungi Nukul dan Wasit melalui telepon selularnya, karena telepon selular mereka tidak aktif ketika dihubungi.
Sejak mendengar kabar keduanya ditangkap Densus 88 di Jakarta, keluarga hingga kini belum pernah menerima pemberitahuan secara resmi dari kepolisian.
"Kami ingin tahu keberadaan keduanya," jelasnya.
Sumber: Antara, Go two On
7:20 AM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Luna berharap mendapatkan Berkah di bulan Ramadhan
“Bsk kita puasa prtm,dan hari ini tarawih pertama semoga kita semua mendapatkan berkah dibln ramadhan ini,amin. Maaf lahir batin ya semua
Hari ini, Luna kembali aktif dan membalas twit di akun microbloggingnya tersebut satu per satu. Pada akhir pekan lalu, Luna juga sudah menyampaikan permintaan maaf dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Tidak ada kata bijak maupun mutiara, just wanna say hello. dan sblm puasa maaf lahir batin semoga ramadhan ini berkah buat semua,amin..
Sebelumnya, Luna Maya mengimbau agar masyarakat stop mencaci maki dan menghujat sebelum memasuki bulan Ramadan. Imbauan ini terkait kasus video porno yang menimpa Luna, Ariel, dan Cut Tari.
Imbauan itu disampaikan dalam konser ‘For Free For Ariel’ yang digagas oleh Ahmad Dhani untuk mendukung agar vokalis Peterpan itu dibebaskan dan bisa kembali berkarya.
Sumber: OKEZONE, Go Two On
6:36 AM | Posted in Berita, Entertainment | Read More »
Dua Teroris di Bandung Ancam SBY
"Benar, mereka yang ditangkap itu karena mengancam keamanan presiden,"tegas sumber Tribunnews di Jakarta, Sabtu (7/8/2010).
Presiden SBY tiba di Pengalengan, Kabupaten Bandung tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kehadiran SBY di Bandung untuk meresmikan sekolah Unggulan Cinta Kasih dan mengunjungi Sekolah Calon Tamtama TNI AD serta Rumah Pintar di Desa Mekar Sari, Ciwidey.
Saat berpidato di Sekolah Calon Tamtama TNI AD, SBY mengaku mendapat ancaman teroris. "Saya dapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada di antara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,"tegas SBY.
Menurut SBY, ancaman berasal dari kelompok yang diduga teroris. SBY juga menyebut, aparat keamanan sudah berhasil melakukan pencegahan.
Penangkapan terduga teroris dilakukan Densus 88 di Cibiru, Bandung, sekitar pukul 11.00 WIB hari ini.
Kedua orang tersebut ditangkap di sebuah rumah yang berlokasi di RT 02/ RW 12, Kampung Sukaluyu, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru Kota Bandung.
Rumah tersebut merupakan rumah Tri Susilowati yang dikontrakan kepada Fahri Tanjung.
Sumber: Tribun, Go Two On
4:47 PM | Posted in Berita | Read More »
Situs Porno Tampil Layar Informasi DPR
"Wiiih gile...kok bisa muncul," kata salah seorang wartawan yang melihat gambar-gambar asusila tersebut.
Belum diketahui bagaimana tiba-tiba bisa muncul dan terbuka situs porno di layar komputer yang merupakan papan informasi kegiatan DPR dengan sistem layar sentuh.
Di depan ruang wartawan terdapat dua papan informasi. Situs porno tersebut hanya muncul di salah satu layar yang terletak di samping kanan ruang wartawan.
Sedangkan papan informasi yang berada di sebelah kiri ruang wartawan tetap dengan infomasi kegiatan dewan.
Puluhan wartawan yang sedang melakukan peliputan di gedung DPR terlihat berkerumun.
Beberapa dari mereka terlihat tertawa dan histeris melihat gambar-gambar asusila silih berganti.
Sementara Kabag Pemberitaan DPR Ratno terlihat panik dan berusaha untuk menutupnya. Namun dari layar sentuh yang ada alamat situs porno tersebut tetap tak bisa dimatikan.
Sementara wartawan foto terus sibuk mengabadikan peristiwa "langka" di gedung wakil rakyat tersebut.
Belum diketahui siapa pelaku "hack" tersebut. Sementara dari komputer di ruang wartawan jika dibuka papan informasi DPR tidak muncul alamat situr porno tersebut.
Munculnya situs prrno tersebut menjadi perhatian tidak hanya para wartawan tetapi juga para pengungjung dan tamu dewan.
Sumber: Antara, Go Two On
7:34 PM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Anak-anak Indonesia 96% Buka Situs Negatif
Tidak memberikan pendapat yang menyakitkan dalam IM, website atau forum chat online dan jangan memberikan alamat rumah, nomor telepon, foto atau informasi detail pribadi di Internet.
Sumber: antara, Go two on
7:23 PM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Blackberry Harus Punya Server di Indonesia
"Kami minta Blackberry membuat server di Indonesia, kalau tidak, Indonesia tidak bisa memperoleh PNBP (pemasukan negara bukan pajak), selama ini mereka hanya menggunakan orang Indonesia untuk meraup keuntungan saja," katanya usai berkunjung ke SMP dan SMA Islam Terpadu Ikhsanul Fikri di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu.
Selain itu, katanya, jika Blackberry tidak memiliki server di Indonesia, pemerintah tidak bisa melakukan langkah deteksi yang terkait dengan berbagai kejahatan atas penggunaan alat komunikasi itu.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, katanya, setiap operator telekomunikasi wajib membuat server di Indonesia.
Ia mengatakan, bank internasional yang membuka layanan di Indonesia juga wajib membuat pusat data di Indonesia karena terkait dengan kepentingan pengusutan tentang dugaan korupsi di Indonesia.
"Indonesia mengalami kesulitan mengusut dugaan korupsi kalau bank internasional tidak membuat server di Indonesia. Kalau ada server di sini, aparat hukum bisa melakukan intervensi," katanya.
Pihaknya telah mengirim surat kepada perusahaan Research in Motion terkait dengan kewajiban mereka membuat server di Indonesia karena mereka juga beroperasi di Indonesia.
"Hingga saat ini belum ada respons, tetapi kami komunikasikan terus, ini sedang proses," katanya.
Tifatul berkunjung ke kompleks sekolah itu antara lain melakukan pertemuan dengan kalangan pengurus yayasan dan para guru serta berbicara selama beberapa saat dengan para siswa.
Tifatul juga mengunjungi laboratorium komputer sekolah dan stasiun radio komunitas yang dikelola sekolah setempat.
Sumber: Antara, Go Two On
7:04 PM | Posted in Berita, Nasional | Read More »
Akibat Cuaca Buruk, 20 Pesawat Berputar-putar di Atas Bandara Soekarno-Hatta
PR Manager PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Andang Santoso mengatakan, cuaca buruk menghinggapi langit Cengkareng dan sekitarnya sejak pukul 18.00 WIB.
"Berdasarkan laporan dari tower pengatur lalu lintas udara, pendaratan hanya terlambat 10 menit gara-gara hujan," jelas Andang saat dihubungi detikcom, Jumat (6/8/2010).
Sementara itu, ada 20 penerbangan yang tertunda pendaratannya. Sambil menunggu cuaca membaik, pesawat berputar-putar di udara.
"Sampai sekarang pukul 18.40 WIB masih ada yang muter-muter," tegasnya.
"Sekarang sudah mulai membaik. Beberapa ada yang mendarat," tutupnya.
Sumber: detik, Go Two On
5:23 AM | Posted in Berita | Read More »
Perbedaan uang 10.000 baru dengan yang lama
Adapun empat perubahan pada desain uang kertas pecahan Rp 10.000 sekarang adalah sebagai berikut:
Pertama, adanya penambahan unsur pengaman rainbow printing dalam bidang berbentuk segi lima yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, pada sebelah kanan gambar utama.
Kedua, penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah dan di tengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar pada sebelah kanan gambar utama.
Ketiga, perubahan kode tunanetra (blind code) berupa satu buah lingkaran yang semula tidak kasat mata (visible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), yang terletak pada samping kanan gambar utama.
Keempat, penggantian tinta berubah warna (optically variable ink) berupa segi delapan yang berubah warna dari hijau menjadi biru apabila dilihat dari sudut pandang berbeda menjadi desain logo BI di dalam bingkai berbentuk ornamen daerah Palembang dan tidak berubah warna (cetak offset), yang terletak pada sebelah kanan bawah uang.
Menurut Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, uang pecahan Rp 10.000 lama masih berlaku untuk alat pembayaran.
“Uang kertas Rp 10.000 desain lama masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia. Namun, BI tidak lagi akan mencetak uang tersebut karena sudah ada gantinya, BI menarik secara pelan-pelan,” tegas Darmin saat peluncuran uang tersebut di Gedung Bank Indonesia Bandung, Jawa Barat.
Sumber: KOMPAS
4:56 AM | Posted in Berita, Nasional | Read More »













